Kamis, 31 Oktober 2013

kisah para syuhada

KISAH PERJALANAN PARA PEMINANG BIDADARI Pendahuluan : Segala puji bagi Allah, Dzat yang Maha Rahman dan Rahim, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sholawat serta salam kita haturkan kepada Rosulullah Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, para shahabat dan orang-orang yang setia mengikuti sunnah beliau hingga akhir hayatnya. Wa ba’du Ikhwah fillah …………………. Sesungguhnya akhir hidup yang paling indah adalah mati dengan menyandang syahadah dari Allah. Mati berkalang tanah, bersimbah darah dalam medan perang karena memulikan Allah, Rosul-Nya, Dien dan orang-orang yang beriman. Dan kematian yang paling jelek adalah kematian di atas pembaringan karena tidak berjihad, sebagaimana layaknya kematian seekor unta di dalam kandangnya. Singa-singa itu telah keluar dari kandangnya berjalan menuju medan perang menerkam mangsanya. Para peminang bidadari itu telah terbang menuju medan jihad menerjang badai menahan arus memerangi orang-orang kafir demi mendapat syahadah. Biarlah badan berlumur darah, berkalang tanah. Atau badan hancur luluh-lantak tulang-belulangnya karena berperang menyambut seruan dari Rob yang Maha Perkasa. Ikhwah fillah …………… Buku ini menyajikan kisah-kisah para syuhada peminang bidadari, yang telah mendahului kita mendapat rahmat-Nya, terbang di Jannah di dalam rongga burung hijau, telah merasakan nikmatnya Jannah dan telah bermesraan dengan kekasihnya Lu’bah dan ‘Ainul Mardhiyah. Bila kita ingin menelusuri dan meniti jejaknya maka renungi perjalanan mereka, susuri jalan yang mereka tapaki dan sambutlah seruan mereka. Gelora jihad membakar dada mereka, cita-cita mati syahid membuai pemikiran mereka. Kejarlah kematian pasti kau dapatkan kehidupan. Mari menuju Jannah yang luasnya seluas langit dan bumi. Buku ini kami terjemahkan dari kitab yang berjudul “ MIN QOSHOSHI AS SYUHADAI AL ‘AROBI “, yang kami akses dari situs Internet WWW: saaid.net Sebelumnya kami minta maaf jika di dalamnya terdapat kesalahan ketik, terlebih penyebutan nama daerah, karena kami tidak memahami nAma daerah tersebut dan juga karena kami belum pernah pergi ke daerah tersebut. Oleh karena itu kami harap maklum adanya dan jika para ikhwah dapat mengoreksi nama-nama daerah tersebut dan membenarkannya kami sangat senang sekali. Kami ucapkan jazakumullah khoirol jaza’ atas perhatian dan dukungannya. Semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua, dan semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat rahmat-Nya. Amien Ini semua tiada lain hanya mencari ridho dari-Nya agar kita dikumpulkan dengan mereka di dalam Jannah kelak. Amien ….. Anda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar